|
Written by bagmanroymanalu
|
|
Sunday, 14 February 2010 02:56 |
|
Drs Maddin Sihombing, MM, yang kini masih menjabat Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), diprediksi akan meraih kemenangan dengan mulus pada Pilkada Humbahas yang dijadwalkan Mei 2010. Maddin Sihombing yang berpasangan dengan Marganti Manullang, bahkan diprediksi meraih suara di atas 60 persen. Hal itu dikatakan Asman, SH, tokoh LSM dan mantan anggota DPRD Tapanuli Utara, dalam wawancara khusus dengan BATAKPOS, Kamis(11/2) di Tarutung. Pandangan tersebut dikemukakan Asman setelah mencermati situasi prapilkada di Humbang Hasundutan. Dikatakan, salah satu alasan mengapa pasangan Maddin-Marganti diyakini masih menang, karena kinerja keduanya lima tahun ini telah membuahkan banyak hasil yang signifikan. “ Lima tahun memang terlalu singkat untuk membuat terobosan membangun Humbahas. Tapi, meski pun demikian, mayoritas pendapat yang kita himpun mengakui kinerja Maddin dalam waktu relatif singkat itu telah membuahkan banyak hal positif,” kata Asman. Program Maddin Sihombing untuk mendongkrak kemajuan sektor pertanian dan peternakan, dinilai Asman sudah tepat. Sebab, kondisi Humbahas di sektor itu merupakan hal yang realistis. Mayoritas penduduk Humbahas, seperti halnya di Taput dan Tobasa, masih menggantungkan kehidupannya dari pertanian. Dan Maddin sejak awal tahu betul, apa yang harus dilakukannya untuk membangun kampung halamannya. “Saya mengungkapkan prediksi saya, bukan karena mau mengangkat-angkat beliau untuk maksud tertentu. Tapi, saya bertitik tolak dari kenyataan yang saya cermati di lapangan. Mayoritas penduduk Humbahas sepertinya belum menginginkan pergantian pemimpinnya dalam lima tahun lagi ke depan,” papar Asman, seraya menjelaskan hasil pengamatannya itu setelah mengunjungi beberapa kecamatan di Humbahas. |
|
Last Updated on Sunday, 14 February 2010 03:00 |
|
Read more...
|
|
|
Sunday, 07 February 2010 21:56 |
|
Pesta demokrasi Pilkada 2010 di Humbahas direncanakan akan berlangsung 9 Juni 2010 mendatang. Nama-nama kandidat “sebagai” pelayan di Humbahas sudah mulai hangat dibicarakan baik di perkotaan bahkan ke pedesaan. Jauh sebelumnya kandidat yang muncul ke permukaan antara lain Bupati incumbent Drs Maddin Sihombing MSi berpasangan dengan wakilnya Drs Marganti Manullang, Baginda Polin Lumbangaol SH berpasangan dengan Saul Situmorang SE, Drs Banusia Simamora berpasangan dengan Ir Darwin Lumbangaol MM, Maju Siregar SH MH (jalur perseorangan). Belakangan muncul lagi Letkol Bazoka Leo Togatorop berpasangan dengan Ir Darwin Lumbangaol MM. Baginda Polin Lumbangaol SH dengan Saul Situmorang SE disebut “BASA” dalam suatu pertemuan di Doloksanggul yang dihadiri ribuan masyarakat sudah siap maju dalam Pilkada 2010 di Humbahas. Terakhir rumor berkembang Baginda Polin Lumbangaol SH tidak ikut lagi dalam Pilkada. Belum diketahui secara pasti apa sebabnya kenapa Baginda Polin Lumbangaol (Mantan Kajari Tarutung) tidak ikut lagi dalam pesta demokrasi. Ada yang mengatakan tidak diberikan pimpinannya izin untuk mengikuti Pilkada karena masih dipertimbangkan sebagai penegak hukum. Namun ada juga mengatakan tidak ada “perahu” dalam Pilkada 2010 di Humbahas yang dulu sudah tenar diberangkatkan Partai Demokrat. |
|
Last Updated on Tuesday, 09 February 2010 08:47 |
|
selengkapnya
|
|
Written by bagmanroymanalu
|
|
Sunday, 07 February 2010 06:59 |
Disaat kondisi bangsa seperti saat ini peranan pemuda atau generasi muda sebagai pilar, penggerak dan pengawal jalannya reformasi dan pembangunan sangat diharapkan. Dengan organisasi dan jaringannya yang luas, pemuda dan generasi muda dapat memainkan peran yang lebih besar untuk mengawal jalannya reformasi dan pembangunan. Permasalahan yang dihadapi saat ini justru banyak generasi muda atau pemuda yang mengalami disorientasi, dislokasi dan terlibat pada kepentingan politik praktis. Seharusnya melalui generasi muda atau pemuda terlahir inspirasi untuk mengatasi berbagai kondisi dan permasalahan yang yang ada. Pemuda atau generasi muda yang mendominasi populasi penduduk Indonesia saat ini mesti mengambil peran sentral dalam berbagai bidang untuk kemajuan antara lain: - Saatnya pemuda menempatkan diri sebagai agen sekaligus pemimpin perubahan. Pemuda harus meletakkan cita-cita dan masa depan bangsa pada cita cita perjuangannya. Pemuda atau generasi muda yang relatif bersih dari berbagai kepentingan harus menjadi asset yang potensial dan mahal untuk kejayaan dimasa depan. Saatnya pemuda memimpin perubahan. Pemuda atau generasi muda yang tergabung dalam berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda memiliki prasyarat awal untuk memimpin perubahan. Mereka memahami dengan baik kondisi daerahnya dari berbagai sudut pandang. Kemudian proses kaderisasi formal dan informal dalam organisasi serta interaksi kuat dengan berbagai lapisan sosial termasuk dengan elit penguasa akan menjadi pengalaman (experience) dan ilmu berharga untuk mengusung perubahan.
|
|
Last Updated on Sunday, 07 February 2010 07:05 |
|
Read more...
|
|
Written by bagmanroymanalu
|
|
Monday, 01 February 2010 17:45 |
Tanggal 27 Agustus 2005 lalu tepatnya di Gedung Tumorang Doloksanggul, dilaksanakan pelantikan Bupati Humbahas Drs Maddin Sihombing dan wakilnya Drs Marganti Manullang periode 2005-2010 sebagai pilihan rakyat langsung oleh Gubsu Alm HT Rizal Nurdin. Keduanya asli putra Humbahas, Maddin Sihombing kelahiran Desa Parulohan Kecamatan Lintongnihuta sedangkan Marganti Manullang putra Matiti Kecamatan Doloksanggul. Sebelum terpilih sebagai “parhobas” di Humbahas keduanya mengabdi di Kabupaten Dairi. Maddin Sihombing sebagai Sekdakab Dairi dan Marganti Manullang menjabat Direktur Akademi Perawat Dairi. Saat kampanye, kedua pasangan ideal itu menamakan dirinya M-M Center (Maddin-Marganti). |
|
Read more...
|
|
Written by bagmanroymanalu
|
|
Tuesday, 26 January 2010 00:59 |
|
Tuhan telah menetapkan hukum persepuluhan sebagai hukum penghasilan bagi Gereja-Nya.. . . Hal ini juga merupakan hukum di mana kita menunjukkan kesetiaan kita kepada Tuhan. Hari Natal yang lalu saya menerima hadiah istimewa dari ibu saya. Dia telah menyimpan dengan baik selama beberapa tahun terakhir ini sebuah buku kecil yang saya terima pertama kali pada tahun 1944, ketika saya berusia 10 tahun. Ini bukunya. Di dalam jurnal ini saya diajari untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran saya setiap minggu. Sebagai contoh, saya mencatat pada minggu 29 Juli 1944 saya mengawali minggu itu dengan uang $ 24.05 di tangan dan mendapat penghasilan $ 7 dari hasil kerja di kebun keluarga. Pengeluaran saya, yaitu 5 sen untuk permen, $ 3.45 untuk belanja, 20 sen untuk menonton, dan $ 2.37 untuk pakaian pribadi. Saya juga menabung dalam bentuk surat berharga sebesar $ 20 serta membayar persepuluhan 70 sen. Saya sisakan pada minggu itu sebanyak $ 4.28. Saya masih ingat ketika bertanya kepada ayah saya apakah upah 25 sen per jam dapat dinaikkan. Tetapi jika saya mengingat bahwa harga karcis bioskop hanya 20 sen dan permen 5 sen, saya menyadari sekarang mungkin saat itu saya telah dibayar lebih dari yang seharusnya. |
|
Last Updated on Tuesday, 26 January 2010 01:04 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 9 of 17 |